Mengenal sahabat pasangan

anef cinta Sahabat yang dekat
dengan si dia bisa
menjelaskan tipe
orang seperti apa si
dia sebenarnya.
Persahabatan
memengaruhi siapa
diri kita, cara pikir,
dan tipe kepribadian.
Jadi, siapa sahabat si
dia?
Teman masa kecil
Jika sahabat si dia
adalah teman
sepermainan sejak
kecil, bisa dibilang ia
bukan tipe orang yang
suka berkelana jauh
dari zona nyamannya.
Meski begitu, ia
adalah tipe orang
yang berdedikasi
dengan suatu
hubungan. Ia pun
mampu menjaga
hubungan dengan
orang lain meski
masing-masing sudah
berubah dan
bertumbuh.
Teman kuliah
Teman semasa kuliah
melewati banyak hal
bersama-sama. Di usia
pemuda kuliah
biasanya adalah
masa-masa yang
penuh dengan masa
jahil dan eksperimen
karena merasa sudah
cukup dewasa untuk
melakukan sesuatu.
Jika ia masih amat
dekat dengan teman-
teman di masa
kuliahnya, hal ini
menunjukkan bahwa
perjanjian bukanlah
hal yang bisa
diputuskan begitu
saja. Namun, hati-hati
jika ia mulai
mendahulukan
persahabatannya
ketimbang
pasangannya, ya.
Saudara kandung
Sudah amat jelas, tipe
yang seperti ini dekat
dengan keluarganya.
Ini tanda yang baik
jika Anda memang
ingin membangun
keluarga bersamanya.
Tetapi, patut pula
dilihat dan ditilik
kembali, mengapa ia
dekat dengan saudara
kandungnya? Apakah
karena memang ia
sangat sayang
keluarganya, atau
semata-mata karena
ia sulit membangun
pertemanan?
Ayahnya
Pilihan untuk
bersahabat dengan
ayahnya masih bisa
dibilang ia punya
hubungan yang amat
dekat dengan
ayahnya. Ini pertanda
bahwa si dia punya
hormat kepada
orangtuanya, bahkan
mungkin
mengidolakan sang
ayah. Jika Anda ingin
tahu akan menjadi
tipe suami seperti apa
ia kelak, lihat saja
ayahnya.
Ibunya
Ini salah satu mimpi
buruk dari para
wanita. Pria yang
amat dekat dengan
ibunya bisa amat sulit
untuk ditembus,
karena si ibu bisa jadi
akan bersifat
protektif dan Anda
akan selalu berada di
balik bayang-bayang
si ibu. Namun,
kedekatannya dengan
si ibu menandakan
bahwa si dia memiliki
rasa hormat kepada
wanita, dan bisa jadi
akan merespon pada
kebutuhan emosional
dan menghargai
Anda.
Hewan peliharaannya
Tentu, memiliki
sahabat yang bukan
manusia menunjukkan
bahwa si dia adalah
tipe penyendiri. Jika
peliharaannya adalah
sahabatnya, ini
menunjukkan bahwa
si dia adalah tipe pria
yang menghargai
kesetiaan, yang tahu
bahwa aksi bicara
lebih kencang
ketimbang kata-kata,
juga mengerti konsep
dari cinta yang tak
perlu alasan.
Wanita lain
Seorang pria yang
memiliki sahabat
lawan jenis bisa jadi
adalah orang yang
sensitif, perhatian,
dan menghormati
opini seorang wanita.
Tetapi, waspadalah
jika ia mulai memilih
untuk lebih banyak
menghabiskan waktu
dengan si sahabat
wanitanya itu
ketimbang dengan
Anda. Karena
seharusnya yang
seharusnya menjadi
wanita terutama
dalam hidupnya
adalah Anda.
Mantan pacarnya
Aduh, kalau begini,
Anda patut berpikir
ulang. Tak ada
salahnya untuk
bersahabat dengan
mantan pacar,
namun, jika si dia
menganggap mantan
pacarnya adalah
sahabatnya, ini
peringatan besar.
Tentu, ada
pengecualian, tetapi
bisa jadi si dia masih
jatuh cinta dengan si
mantan, atau
setidaknya memiliki
ekspektasi tak
realistis atas
hubungannya dengan
Anda. Anda boleh kok
merasa risih dengan
kebiasaannya
menelepon si mantan
setiap hari.
Asistennya
Orang yang ia gaji tak
bisa dianggap
“teman”. Jadi, jika
kekasih Anda berpikir
bahwa orang yang
selalu mengikutinya
dan mencatat apa
keperluannya adalah
sahabatnya, sudah
saatnya ia turun dari
“tahta”.
Teman satu kubikel
Jika sahabat si dia
adalah orang yang
“terpaksa” duduk
dekatnya selama 8-10
jam per hari, 5 hari
seminggu, ini bisa
mengindikasikan
bahwa ia terlalu
malas untuk membuat
pertemanan baru. Di
lain pihak, jika ia
bekerja terus
menerus dan tak
punya waktu untuk
menjalin pertemanan
di luar kantor, bisa
jadi dia adalah orang
yang sangat
berdedikasi.
Bagaimana pun,
memiliki sahabat di
kantor, satu kubikel,
bisa menjadi sinyal
bahwa pekerjaannya
adalah prioritas
tertinggi dalam
hidupnya.
Tak punya sahabat
Jika seorang pria tak
punya sahabat, maka
Anda patut waspada.
Bisa jadi ia adalah tipe
orang yang antisosial,
aneh, atau bukan
orang baik-baik.
Kebalikannya, jika
seseorang justru
punya terlalu banyak
teman dekat, dan tak
ada satu yang benar-
benar dekat dan
mengerti dirinya,
perlu dinilai, apakah
tak ada satu orang
pun yang bisa cukup
baik di matanya untuk
menjadi teman dekat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s