Lupakanlah

anef cinta Desiana
Aku membaca Quran berlipat ganda di bulan Ramadhan
dengan harapan pahala yang berlipat ganda
Aku menangis di tengah malam mengharapkan agar diriku dimasukkan surganya yang penuh kenikmatan dan bidadari jelita
Aku mengucapkan mantra2 Upanishad demi kesejahteraan seluruh keturunanku
Aku melantunkan lagu2 merdu untuk anak tuhanku agar dia mengasihiku
Aku menyantuni para miskin agar mereka mendoakan keberhasilanku
Aku berkoar2 kesana kemari agar semua orang memeluk kepercayaanku
Aku bermalam di makam untuk mendapatkan berkah beliau yang terkeramatkan
Aku…aku melakukan semuanya demi aku, demi keturunanku, demi kekayaanku, demi keberhasilanku, hanya aku, aku…, dan…aku
Lupakanlah….
Lupakanlah pahala
karena pahala tak kan mengantarkanmu ke bahagia
bersanding dengan-Nya adalah lebih bahagia dari bahagia
Lupakanlah….
Lupakanlah surga
karena surga hanyalah metafora
karena kebahagiaan sejati hanya ada di dalam dada
ketika kau menerima semua dengan sepenuh jiwa
Lupakanlah…
Lupakanlah doa untuk hal2 dunia
karena tanpa doa pun Tuhan tahu apa yang mengembara dalam dada setiap manusia
berdoalah untuk kebahagiaan sesama
menangislah demi kedamaian setiap yang fana
Lupakanlah….
Lupakanlah nama2
karena nama tak berarti apa2
ambillah esensi dari setiap langkah kita
petiklah aufklarung dari setiap perjalanan manusia
Enyahkanlah…
Enyahkanlah setiap hawa yang gelisah dan nafsu angkara
karena makanmu tak bisa melebihi perutmu
karena hartamu tak mampu mengikutimu
karena wanitamu hanya cantik pada awal bertemu
karena tahtamu sering membelenggu saudara2mu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s