Tanpa ada penyesalan

anef cinta Neng
Hari mulai malam ketika aku berada di sebuah taman. Aku termenung, berfikir mengharap datangnya suatu anugerah buatku. Ketika aku mencoba menutup mata yang aku lihat adalah sesuatu yang aku damba selama ini, yaitu seorang kekasih. Namun saat aku mencoba membuka mata hatiku terasa sakit, pedih, dan pahit. Ketika aku membayangkan perlakuannya terhadapku. Tak kusangkang wanita yang begitu aku sayangi pergi meninggalkan aku begitu saja. Tanpa ada suatu penyesalan apapun. Oh kejamnya, namun aku hanya bisa menghela nafas panjang, mengiklaskan dia. Mungkin itu adalah yang terbaik buat dia. Akupun bangkit dari tempatku berada, berjalan menyusuri taman. Yang kulihat hanya hamparan rumput yang hijau, yang disinari cahaya bulan dan bintang. Namun tiba -tiba hatiku teringat dia, dia, dan dia. Oh… betapa hancurnya hatiku. Aku jatuh tersungkur, menangis meratapi nasibku. Oh tuhan… ringankanlah penderitaan hambamu ini.
Aku terduduk kembali, mencoba menenangkan hati ini. Terus kucoba dan mencoba. Namun aku tak kuat lagi, pikiranku ingin bunuh diri untuk mengakhiri semua penderitaan ini. Namun hatiku berkata agar tetap tabah. menerima semua cobaan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s