Aku bahagia tinggal dihatimu

anef cinta ERVINA

Setangkai mawar pink
di kelopaknya embun mengerling
pagi yang dingin.
Angin mengendap di antara ranting
embun terayun ke samping
engkau dari jendela, senyummu tersungging.
Aku menatap sepasang mata bening
di sudutnya embun tak pernah mengering.

Matahari jam sembilan lewat satu
berayun-ayun di antara daun jambu
di sebuah taman yang tenang
di mana suara-suara khusyuk sembahyang.
Seekor kupu-kupu bermandi cahaya
di atas aster kuning dan merah
angin menggodanya, diayun-ayunkannya tangkai bunga
ke kanan dan ke kiri. Kupu-kupu hanya tersenyum
tetap bertengger di atas kuntum.
Langit yang biru, lembaran awan selembut beludru
sesekali meneduhkan bangku taman
kita duduk di situ
menghabiskan waktu berjam-jam.
Lihatlah, kupu-kupu itu
hinggap manis di senyum manismu.

Aku bahagia tinggal di hatimu
mengukir lembahmu dengan sungai yang mengalir dari telaga di mataku
sebuah mataair untukmu, di tepinya ada mahligai yang selalu diterangi cahaya
dari jendela-jendelanya hanya terlihat indahnya pemandangan
setapak jalan cinta yang naik turun di lembah-lembah romantika
seperti sebuah gelombang di mana kita berayun menghabiskan masa.
Jantungku berdebar indah untukmu
dawai-dawai yang tak pernah kehabisan getar, berirama melantunkan rindu
menggema nada-nada cinta merangkai simfoni kehidupan kita
pada gemuruh air terjun, pada angin yang berhembus di daun-daun
pada kicauan burung-burung dan rumpun bambu yang bersenandung
senantiasa kita dengar musik anggun yang menggetarkan jiwa.
Hanya kamu yang ada di hatiku, di dekapku
sebuah perapian yang selalu menyala dalam kobaran cinta
kehangatan adalah menggenangi pipi dengan airmata
mengubahnya menjadi gerimis yang melukis pelangi di pinggir senja
tubuhmu adalah selimut bagi jiwaku, aku adalah api perwujudan panasmu
engkau adalah gunung yang indah, aku adalah magma yang membara.
Biarkan cahaya matahari jatuh di wajahmu
aku bahagia memandang keindahan alam dari jendela hatimu, serumpun sajak cinta
sehamparan dunia dan masadepan yang menjulang hingga nirwana
bukankah kuciptakan hujan untuk menghapus debu-debu masa lalu
bukankah kubalut langit dengan pelangi dan kupetik setangkai mawar untukmu
dan sungguh, aku hanya mampu mencintaimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s