Matahari datang menjemput

casper ia
Gerimis yang berteduh di pinggir jendela
seperti sedang memanggilmu
bukalah kaca yang basah itu dan biarkan ia masuk
mungkin ia ingin menangis di pelukanmu.
Matahari rupanya datang menjemput
diketuknya pula kaca dengan cahayanya yang lembut
gerimis yang rindu wajah itu hanya bisa tersipu
lalu kulihat pelangi memancar hingga keluar jendela.
Peristiwa di atas selalu berulang
setiap kali aku menciummu di pagi hari.

Burung prenjak yang berisik dan suka mengantar matahari itu
tak lagi terdengar sejak datang hujan semalaman
beruntung selalu ada pagi
ketika kita buka jendela
sehingga kita bisa mencarinya di cakrawala. Atau menggambarnya
dalam cuaca damai. Musim panen yang ramai
anak-anak kita bermain layangan
benangnya menjuntai di antara jemuran yang
kolor kita kadang ikut terbawa sampai cakrawala. Ternyata
burung prenjak ada di dalamnya.

anef cinta

Kau bidadari di antara ilalang
menebar kecantikan di keluasan padang.
Kugamit jemarimu melangkah dalam tawa bahagia
lalu kaubiarkan jalan setapak tercipta di hatimu.
Luasnya padang sabana tak dapat menggantikan luasnya hatimu
menerima setiap jejak langkahku.
Lalu tumbuh bunga-bunga di setiap senyummu
jiwaku seperti kupu-kupu dibuatnya.

Inilah lembaran yang kita lalui: jalan tak berujung
yang kita tulisi dengan jejak langkah, selamanya melangkah
seperti cinta yang tak mengenal akhir yang tak mengenal menyerah
di situ jejak-jejak menjelma taman dan istana.
Aku hanya mampu melangkah bersamamu.

Kamulah lembah kehidupan di mana kuncup-kuncup melati
senantiasa bersemi, tubuh wangi yang kukecup tiap pagi
embun-embun berbaris di bulu matamu
mengerling sejuk ke dalam kalbu.
Aku hanya mampu bersyukur memandangmu.

Sungai-sungai kuciptakan sungai-sungai yang melambai
di bibirmu pantai segala kerinduanku bermuara segalanya sampai
bukankah cinta itu lambang abadi? di bibirmu sajakku menjelma cium
menjadi ombak di celah-celah gemuruh lautmu yang anggun.
Aku hanya mampu memeluk gairahmu.
Aku tidak tahu, bagaimana indahnya engkau melukiskan cinta
hanya dengan segores senyum
sementara ribuan kata tak sanggup kueja dan kutata
agar bisa kutuliskan di kertas hatimu.
Aku hanya mampu mengecup senyummu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s