Gemuruh nafasmu

andromeda anef cinta

Rindu membebaskan aku dari sunyi. Kaukah mengubah waktu menjadi lonceng yang mengingatkan aku akan pagi yang indah. Seperti gemetar tanganmu di dada, memetik dawai-dawai yang hilang menjadi nada-nada yang dinyanyikan tetes embun. Begitu lirih bisikmu menyapa.
Rindu membebaskan aku dari temaram. Relung langit tak mampu menampung kegelisahanku. Karenanya senja tak berlangsung lama. Di balik bintang-bintang, kaukah yang mengarahkan kompas hatiku? Sehingga kutemukan guguran daun-daun yang kautitipkan pada angin.
Rindu membebaskan aku dari kelam. Kaukah yang mengiris separuh mentari. Menggantungnya di jendela hatiku. Kulihat bulan separuh lingkaran dalam genggamanmu. Menyiangi malam.
Rindu membebaskan aku dari dingin. Secangkir kopi panas masih menguap hingga dadaku. Mengalir tanpa henti ke setiap nadi. Hangatkan jiwaku. Mungkin kautitipkan belaianmu pada angin. Gemuruh nafasmu menumpuk di sudut kenangan.

anef cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s