~: Rasa yang terpendam

~: Rasa yang terpendam
~: Sudah sekian lama ku bersamanya
Sudah sekian lama ku di dekatnya
Hingga ku anggap ia sebagai saudara
Tiap hari tak lepas hariku dengan canda tawanya
Hingga ku merasa tak ada rasa yang istimewa
Meskipun ada perasaan rindu atau gelisah
Saat aku tak jumpa dia
Tapi kini ku merasa berbeda
Rasa ini seperti bukan rasa yang pernah ada
Rasa ini tumbuh begitu saja
Ntah lah susah ku tuk menjelaskannya
Bila memang ini rasa cinta
Bila memang ini sebuah tanda asmara
Apa aku bisa menerimanya?
Atau apa harus ku anggap angin saja?
Andai ia tahu
Perasaan yang kini ada di dalam hatiku
Perasaan yang selalu membuat ku ragu
Yang membuat lidahku membeku
Ku ingin sekali mengatakannya
Tapi ku tak kuasa tuk melakukannya
Ku ingin sekali jujur padanya
Tapi apalah daya ku merasa tak pantas untuknya
Biarlah rasa ini ku pendam saja
Biarlah rasa ini aku saja yang punya
Cukuplah bagiku memandangnya saja
Mencintainya tanpa mengharapkannya
Ku ingin ia hidup bahagia
Mendapatkan yang lebih baik dan istimewa
Meskipun sakit hati ini tuk melihatnya
Tapi ku ikhlas tuk menerima sakitnya
Cinta, semua kisah berawal dari cinta ntah itu kisah sejarah atau kisah anak muda. Terkadang kita tak menyadari kapan cinta itu datang dan kapan cita itu mulai bersemi di dalam hati kita.Seolah -olah cinta itu datang dengan sendirinya, ntah itu dalm hitungan detik saja atau bahkan dalam hitungan masa. Ya karena cinta tak pernah bisa di tebak kemana lajunya, mengalir begitu saja tanpa perna bisa kita untuk menghentikannya.
Puisi ini menceritakan sebuah perasaan yang timbul seiring berjalannya waktu karena ia selalu bersama denga si dia, ntah itu sebagai teman,sahabat atau bahkan sudah dianggap seperti saudara. Tetapi lambat laun perasaan itu berubah tanpa disadarinya, ia binggung harus menyikapinya. Konflik di dalam hati terlihat begitu jelas, ia menyayanginya lebih dari saudara tapi tak berani tuk mengungapkannya karena takut kan merusak hubungan yang telah lama terbina.
Ia memilih untuk diam, hanya memandangnya dan berada di dekatnya sudah cukup sebagai obat lukanya, ia mengalah untuk kebahagiaan cintanya. Ia rela menahan rasa sakit, asalkan demi untuknya bisa bahagia meskipun kebahagiannya di tangan yang lain.
Semua orang boleh mencintai, tapi cinta sejati adalah cinta yang mampu untuk melihat yang di cintainya hidup bahagia.
Semua orang boleh mencintai, tapi tak boleh memaksakan cintanya kepada yang di cintanya.
Ditulis Oleh: DIAN
~:
Kategori: puisi cinta, curahan hati
~: Dont forget add to bookmark and share this: www.ae.nu.mu

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s