~: Tingkatan cinta

~: Tingkatan cinta
~: Sadar atau tidak, rasa cinta sebenarnya selalu menyertai derap langkah kehidupan kita. Bahkan tidak hanya kita sebagai manusia, setiap makhluk tuhan di muka bumi ini sebenarnya memiliki rasa cinta juga Contohnya saja seekor anjing atau kucing yang tidak memiliki akal apabila kita didik dengan cara-cara tertentu maka rasa cintapun akan muncul pada hewan tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya aktualisasi yang paling mendasar dari rasa cinta dapat dinilai dari ketaatan pada objek yang kita cintai. Contohnya saja se ekor kucing, apabila dia sudah menunjukan suatu ketaatan pada majikannya dapatlah kita anggap bahwa kucing tersebut sudah mencintai majikannya.
Mungkin kita anggap hal di atas suatu hal yang lucu, tapi memang seperti itulah pada kanyataannya.Lantas apakah cinta yang dimiliki oleh seekor hewan dengan manusia itu sama? Jawabannya bisa ya atau tidak. Adakah tolak ukur yang bisa membedakannya?

  • Cinta Natural.

    Cinta ini bersifat subjektif, kita lebih mementingkan keuntungan diri sendiri. Contohnya, kita dapat mencintai seseorang karna dia telah menolong kita, berbuat baik pada kita. Seperti cintanya seekor kucing pada majikannya karna telah merawatnya.

  • Cinta Supranatural.

    Cinta ini brsifat objektif, tanpa pamrih. dimana kita akan mencintai seseorang dengan tulus tanpa mengharapkan timbal balik walau masih ada muatan subjektif. Contohnya seperti cintanya seorang ibu pada anaknya, ia rela berkorban apapun dan bgaimanapun caranya demi kebaikan anaknya walaupun tanpa ada balasan (rasa cinta) dari anaknya tersebut. Pada tingkat inilah kita akan mulai memahami pepatah yang menyabutkan "CINTA TAK HARUS MEMILIKI"

  • Cinta Illahi.

    Inilah kesempurnaan dari rasa cinta. Kita tidak hanya akan mendahulukan kepentingan objek yand kita cintai,. Lebih dari itu, ketika kita telah mencapai tingkatan ini kita tidak akan lagi melihat diri kita sebagai sesuatu yang kita miliki, penyerahan secara penuh, sirnanya kepentingan pribadi. Kita merasa bahwa apapun yang kita miliki adalah milik objek yang kita cintai.

Saya yakin, kapanpun dan dimanapun kita berada akan ada objek yang kita cintai, lalu di tingkat manakah kita berada? hanya kita sendirilah yang mampu menjawabnya, walloh a'lam.
Ditulis Oleh: Anef Cinta
~:
Kategori: tentang cinta,
~: Dont forget add to bookmark and share this: www.ae.nu.mu

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s