~: Aku tercipta untukmu…

~: Aku tercipta untukmu…
~: Sekilas ucapan "aku tercipta untukmu" sangat indah dan romantis. Namun sesungguhnya ungkapan ini sangat berlebihan, gombal malah. Sebab hakekat penciptaan manusia dan jin adalah untuk beribadah kepada Sang Maha Pencipta. Bukan untuk memuja-muja makhluk yang lain, yang notabene memiliki segudang kesalahan dan kecacatan. Cinta adalah sesuatu yang indah dan memiliki makna mendalam. Cinta harus diletakkan pada tempatnya. Cinta itu sendiri memiliki tingkatan (hierarki). Tingkatan cinta yang tertinggi seorang makhluk haruslah cinta kepada Sang Khaliq (Sang Pencipta). Kemudian disusul dengan cinta kepada Nabinya. Lalu cinta kepada manusia yang lain. Dengan urutan ini maka setiap cinta kepada yang Non-Allah, termasuk kepada manusia lain haruslah diselaraskan dengan cinta kepada Allah. Jika pasangan mengajak kita berbuat melanggar atau tidak sejalan dengan ajaran agama, maka cinta yang demikian adalah cinta yang sesat. Cinta yang demikian merusak hierarki cinta yang hakiki. Menjerumuskan kita pada dosa dan penyesalan di akherat. Ungkapan seorang pria atau wanita kepada pasangannya bahwa "aku tercipta untukmu" sangat berbahaya karena merubah urut-urutan cinta yang seharusnya. Maka berhati-hatilah terhadap cinta dan pemaknaannya. Kecerobohan memaknai cinta dapat menjerumuskan kepada kesia-siaan belaka. Yang ujung-ujungnya adalah merana, membuang waktu, membuang energi, merusak pikiran dan merusak jiwa. Inilah yang diinginkan oleh setan. Menjerumuskan pemahaman manusia kepada jurang kekeliruan. Maka berhati-hatilah memaknai cinta.
Ditulis Oleh: Anef Cinta
~: pa.it.cx
Kategori: tips cinta, tentang cinta,
~:

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s